Monday, October 12, 2020

Ringkasan Jurnal Artikel

www.researchgate.net

Dalam sebuah jurnal yang berjudul “PENGGUNAAN METODE DEPTH FIRST SEARCH (DFS) DAN BREADTH FIRST SEARCH (BFS) PADA  STRATEGI GAME  KAMEN RIDER DECADE VERSI0.3”. Jurnal tersebut dibuat dengan tujuan meneliti hasil pengimplementasian Depth First Search dan Breadth First Search pada permainan Kamen Rider Decade. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dimana pengujian dilakukan dengan memainkan 3 kali masing-masing dengan metode selalu BFS dan selalu DFS. Hasil menunjukan peluang lebih besar memenangkan permainan ini adalah dengan strategi selalu BFS. Dimana kemampuan BFS pada permainan ini dapat berguna untuk bertahan dari serangan musuh. (Hidayah, 2014)

Depth First Search (DFS)

Depth First Search adalah salah satu algoritma penelusuran struktur graf / pohon berdasarkan kedalaman. Setelah sampai di titik paling dalam, pencarian akan kembali ke titik sebelumnya untuk menelusuri simpul anak kedua pada pohon biner (simpul sebelah kanan) lalu kembali ke langkah sebelumnya dengan menelusuri simpul anak pertama lagi sampai titik paling dalam dan seterusnya sampai titik tujuan tersebut ditemukan. (Julius, 2017)

Breadth First Search (BFS)

Bread First Search adalah salah satu algoritma pencarian jalur sederhana, dimana pencarian dimulai dari titik awal, kemudian dilanjutkan ke semua cabang titik tersebut secara terurut. Jika titik tujuan belum ditemukan, maka perhitungan akan diulang lagi ke masing-masing titik cabang dari masing-masing titik, sampai titik tujuan tersebut ditemukan. (Algoritma, 2015)

Algoritma BFS dan BFS

  1. Pada algoritma Deepth First Search adalah algoritma yang melakukan penelusuran dengan mengunjungi secara rekursif. Prosedur dari algoritma DFS dapat digambarkan sebagai berikut. a) Transversal dimulai dari simpul v, b) Kunjungi simpul v, c) Kunjungi simpul w yang bertetangga dengan v, d) Ulangi DFS mulai dari simpul w, e) Ketika mencapai simpul u sedemikian hingga semua simpul yang bertetangga dengannya telah dikunjungi, pencarian dirunut balik (backtrack) ke simpul terakhir yang dikunjungi sebelumnya dan mempunyai simpul w yang belum dikunjungi, f) Pencarian berakhir bila tidak ada lagi simpul yang belum dikunjungi yang dapat dicapai dari simpul yang telah dikunjungi. (Hidayah, 2014)
  2. Algoritma BFS adalah teknik umum yang digunakan untuk melakukan transversal pada graf. Prosedur algoritma BFS adalah sebagai berikut. a) Traversal dimulai dari simpul v, b) Kunjungi semua simpul v, c) Kunjungi semua simpuul yang bertetangga dengan simpul v terlebih dahulu, d) Kunjungi simpul yang belum dikunjungi dan bertetangga dengan simpul-simpul yang tadi dikunjungi, demikian seterusnya. (Hidayah, 2014)

Hasil Penelitian

Pada penggunaan metode DFS, para Kamen Rider berjalan maju yang membuat posisinya semakin dekat dengan musuhnya serta jika pada DFS maka para Kamen Rider akan melawan musuh lebih individu, berbeda dengan metode BFS dimana para Kamen Rider bergerak menyamping kiri maka membuat tempo musuh mendekat para Kamen Rider menjadi semakin lama serta para Kamen Rider akan berkumpul pada salah satu yang membuat kerjasama antar Kamen Rider menjadi semakin terlihat. (Hidayah, 2014)

Aspek                         BFS                 DFS

Moving                        25                    18

Waktu rata-rata           06:29               05:58

keunggulan                  Pertahanan      Kecepatan

Kesimpulan

Algoritma pencarian seperti ini sangat membantu untuk mempermudah kehidupan jika dipelajari lebih dalam.

Sumber :

Algoritma. (2015, 10 12). Retrieved 10 12, 2020, from piptools: https://piptools.net/algoritma-bfs-breadth-first-search/

Hidayah, B. P. (2014). Penggunaan Metode Depth First Search (DFS) dan Breadth First Search (BFS) pada Strategi Game Kamen Rider Decade Versi 0.3. Scientific Journal of Informatics, 1-7.

Julius, M. (2017, 10 21). Retrieved 10 12, 2020, from michaeljulius11: http://michaeljulius11.blogspot.com/2017/10/pengertian-metode-pencarian-bfs-dan-dfs.html

 

 

 

No comments:

Post a Comment